Hatsuo Royama

Kancho (Ketua), Kyokushin-kan

Hatsuo RoyamaHatsuo Royama terlahir di Saitama, di sebelah utara Tokyo pada tahun 1948. Karena terinspirasi oleh merebaknya popularitas petarung dan pegulat terkenal, pada usia 15 tahun Hatsuo Royama pergi ke Ikebukuro dan bergabung dengan “Oyama Dojo”, legenda milik Mas Oyama tempat lahirnya Karate Kyokushin dilahirkan. Oleh karena berlatih di tempat kelahiran Kyokushin milik Mas Oyama, Royama merupakan salah satu dari sedikit murid Mas Oyama yang tergabung dengan organisasi Mas Oyama sampai menjelang kematian Mas Oyama pada tahun 1994.

Royama bangkit dengan kemahsyuran ketika pada usia 25 tahun dia menjadi juara di Turnamen Kyokushin Jepang ke-5, dan kemudian ketika dia mengalahkan seorang Amerika, Charles Martin, dengan tubuh raksasa dengan tinggi melebihi Royama hingga 1 kaki (sekitar 30 cm) pada Turnamen Karate Terbuka Sedunia yang pertama pada tahun 1975. Sang fenomena muda ini kemudian mengalami momen historis pada turnamen tersebut, ketika keputusan juri dengan suara tidak bulat terjadi untuk pertama kalinya pada pertarungan final dan juara pertama diberikan kepada Katsuaki Sato, meninggalkan Royama tanpa pilihan kecuali menerima tempat kedua. Sehari setelah turnamen berakhir, ketika banyak petarung berobat ke rumah sakit karena terluka yang didera pada saat turnamen, Royama tetap menjalani latihan rutinnya.

Tidak ada yang pernah mengira bahwa Karate Kyokushin saat ini hampir tak terpisahkan dari teknik tendangan “shin” rendah (low shin kick) yang sangat kuat. Akan tetapi tidak semua orang mengetahui bahwa Royama-lah yang memperkenalkan teknik terkenal ini. Pada awal mulanya turnamen-turnamen dunia, petarung Jepang mendengar petarung dari negara lain berteriak, “Low kick! Low kick!,” dan karena pelafalan huruf “R” orang Jepang sangat mirip dengan “L”, maka terjadilah kesalahan yang tak disengaja oleh petarung Jepang mendengar “Ro kick! Ro kick!”, mengira bahwa bahkan orang asing pun menamai teknik tersebut dengan nama depan petarung Jepang (Royama -red) untuk mempopulerkannya. Lagipula Royama-lah yang telah diasosiasikan dengan penemuan teknik menghancurkan tulang tersebut oleh seluruh orang Jepang, sejak mereka menyaksikan Royama mengalahkan Charles Martin pada Turnamen Dunia yang pertama dengan teknik “low shin kick” nya terus-menerus.

Last Updated ( Thursday, 25 June 2009 00:03 )